Jatnika Pria Utama Kepala Sekolah Rasa Seniman, Sulap Dinding Gersang SMPN 9 Jadi “Galeri” Anti-Bullying

- Pewarta

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fokus utama dari “galeri jalanan” karya Kepsek satu  ini adalah kampanye masif melawan perundungan. Dengan goresan tangannya sendiri. ( Dok. Harian Sumedang / Tatang Tarmedi )

Fokus utama dari “galeri jalanan” karya Kepsek satu ini adalah kampanye masif melawan perundungan. Dengan goresan tangannya sendiri. ( Dok. Harian Sumedang / Tatang Tarmedi )

 

HARIAN SUMEDANG — Biasanya, seorang kepala sekolah disibukkan dengan tumpukan berkas administrasi, rapat koordinasi, atau memantau jalannya kelas dari balik meja kerja. Namun, pemandangan berbeda akan Anda temukan jika berkunjung ke SMPN 9 Sumedang.

Alih-alih hanya memberi instruksi, sang kepala sekolah, Jatnika Pria Utama, justru  sering memegang kuas, berlumuran cat, dan sibuk “corat-coret” di dinding benteng sekolah.

Bukan tanpa alasan, aksi nyentrik ini bermula dari kegelisahannya melihat dinding sekolah yang awalnya kosong melompong, gersang, dan tanpa makna.

Didorong keinginan untuk memberikan edukasi yang visual dan kekinian bagi para muridnya, Jatnika memutuskan untuk turun gunung. Merancang dan melukis sendiri deretan mural literasi yang sarat akan pesan moral.

Fokus utama dari “galeri jalanan” karya Kepsek satu  ini adalah kampanye masif melawan perundungan. Dengan goresan tangannya sendiri.

Ia menggambarkan visual seorang anak yang sedang dirundung, lengkap dengan panduan informatif mengenai jenis-jenis bullying yang wajib dihindari siswa:

  • Kekerasan Fisik: Seperti memukul, menendang, mencekik, menjambak, melukai, mendorong, hingga merusak barang.

  • Kekerasan Psikis: Seperti mengejek, mengolok-olok, dan mempermalukan teman.

Tidak berhenti di situ, kalimat tegas bertuliskan “Anak Sekolah Tidak Melakukan Bullying” terpampang besar, seolah menjadi pengingat mutlak bagi siapa saja yang lewat.

Pesan Utama untuk Siswa: Di sudut lain,  Jatnika juga menanamkan karakter lewat tulisan reflektif seperti “Budi Pekerti Lebih Penting dari Prestasi” dan “Adab Lebih Utama dari Prestasi”. Sebuah sentilan halus bahwa nilai akademik tinggi tidak akan berarti apa-apa tanpa etika yang baik.

Sebagai penutup dari rangkaian mural edukatif tersebut, Pak Jatnika menyajikan pemandangan alam yang menyegarkan mata.

Satu area sengaja disulap menjadi pojok baca mini yang nyaman lengkap dengan karpet sintetis. Ruang yang dulunya diabaikan, kini berubah menjadi tempat favorit baru bagi para siswa untuk bersantai sambil memperluas wawasan.

Mural di sekolah mungkin sudah biasa kita lihat, namun melihat seorang kepala sekolah yang mendedikasikan waktu, tenaga, dan kreativitasnya langsung di dinding pembatas? Jelas ini pemandangan yang langka.

Lewat coretan kuasnya, atnika tidak hanya sedang mempercantik fasilitas sekolah, tetapi juga sedang melukis masa depan karakter anak didiknya—satu demi satu sapuan warna. ( Red ) ***

Berita Terkait

Viral Sebut Jemaah Haji Lansia ‘Merepotkan’, Ketua KBIHU Jabar Disemprot DPR dan Dikritik Warganet
Editorial: Mengubur Sisa “Sampah” Masa Lalu, Menjemput Kesan Pertama MPLS yang Menginspirasi
Sekolah Percontohan Nasional Kapan Berdiri di Negeri Ini ?
Sanksi Berat Menanti Perusahaan Pelaku Pencemaran Udara di Indonesia
Memupuk Karakter Berbalut Kearifan Lokal di SMPN 4 Jatinangor
Memutus Rantai Malu: Mengapa Sekolah Harus Berhenti Menagih Tunggakan Biaya kepada Siswa
Urgensi “BLT Perlengkapan Sekolah”: Memutus Beban Rutin Keluarga Miskin Pasca-PPDB
Catatan Perjalanan: Merajut Silaturahmi dalam Deburan Ombak Pangandaran Bersama KGT

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:25 WIB

Jatnika Pria Utama Kepala Sekolah Rasa Seniman, Sulap Dinding Gersang SMPN 9 Jadi “Galeri” Anti-Bullying

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:01 WIB

Viral Sebut Jemaah Haji Lansia ‘Merepotkan’, Ketua KBIHU Jabar Disemprot DPR dan Dikritik Warganet

Selasa, 7 Juli 2026 - 06:43 WIB

Editorial: Mengubur Sisa “Sampah” Masa Lalu, Menjemput Kesan Pertama MPLS yang Menginspirasi

Minggu, 5 Juli 2026 - 14:29 WIB

Sekolah Percontohan Nasional Kapan Berdiri di Negeri Ini ?

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:00 WIB

Sanksi Berat Menanti Perusahaan Pelaku Pencemaran Udara di Indonesia

Berita Terbaru