HARIANSUMEDANG.COM – Sesungguhnya, Alloh SWT memberi rejeki tiap harinya kepada manusia sama rata, karena tidak mungkin Alloh tidak bersifat adil.
Hanya, salah satunya demi keseimbangan dunia, Alloh SWT memberikannya ada yang langsung cukup ada yang dititipkan kepada orang lainnya.
Cukup di sini, cukup ukuran standar dalam memenuhi kebutuhan badan ( jasmani ) untuk keberlangsungan mempertahankan hidup, termasuk makan, minum dan perlindungan untuk hidup itu sendiri.
Mereka yang dinasibkan kurang untuk menerima rejeki secara cukup, sebenarnya mereka telah diberi cukup oleh Sang Maha Pengatur. Lalu, dimana adanya sisa jatah rejeki orang-orang yang kurang cukup ?
Mereka yang kurang cukup, jatah rejekinya telah dititipkan Alloh SWT kepada mereka yang berejeki lebih secara ukuran tadi.
Jadi, betapa dosanya bila mereka yang diberi rejeki lebih, seolah-olah mereka merasa bahwa kelebihan rejeki itu milik mereka sendiri.
Sang Penggoda ( syetan ) terus menggoda kepada mereka yang berejeki lebih, agar mereka merasa bahwa kelebihan rejeki itu miliknya sendiri, hasil jerih payahnya sendiri.
Mereka tidak merasa, bahwa Alloh SWT telah mengatur setiap orang untuk menjadi pekerja yang bisa hidupnya untuk berejeki lebih. Segingga bisa membagi kepada mereka yang kurang cukup.
Sang Pengatur, Alloh SWT, begitu maha jenius mengatur kehidupan supaya seimbang. Bila setiap orang diberi rejeki lebih semua, tidak bakal ada keseimbangan untuk saling membutuhkan.
Baca Juga:
JPU Tolak Seluruh Pledoi Nadiem Makarim dalam Sidang Replik Kasus Korupsi Chromebook
Inisiatif Siswa, Acara Pelepasan SMPN 1 Jatinangor Berlangsung Khidmat Tanpa Pungutan Biaya
Optimalkan Potensi Agraris, UPTD Pertanian Wilayah Tomo Terus Kawal Ketahanan Pangan Sumedang
Tidak perlu penulis ungkapkan kejadian-kejadian tidak menguntungkan bagi mereka yang punya rejeki lebih tapi tidak membagi kepada yang kurang.
Pada akhirnya, kelebihan rejeki yang tidak tersalurkan kepada yang berhak menerimanya itu, menjadi bumerang pada diri pelakunya sendiri, bisa menderita penyakit yang akhirbya dipakai berobat, dan lainnya.
Itu bukan hukuman dari Alloh, karena Alloh tidak pernah menghukum manusia karena kesalahannya. Hanya, Alloh telah memasang ‘mesin otomatis’ ketika orang berbuat salah ada balasan dari kesalahannya itu.
Pernahkah kalian mengalami, ketika di suatu saat mengalami kelebihan rejeki, ada hati ingin memberi seseorang ?Nah, itu adalah hati kita sedang dibisiki Alloh, agar memberikan kepada yang kurang cukup.
Baca Juga:
MAXHUB Bertransformasi dari Peserta Menjadi Pemimpin, Ajukan Dua Standar Internasional IEC yang Baru
SNEC 2026 | EVE Energy Raih Pesanan Lebih dari 67 GWh, Perkuat Posisi di Industri Penyimpanan Energi
Pertahankan Komitmen Akuntabilitas, Kabupaten Majalengka Raih Opini WTP 13 Kali Berturut-turut
Jadi, betapa dosanya orang-orang yang diberi rejeki lebih, padahal di kanan kirinya orang-orang kekurangan. Mereka untuk sementara bisa puas membelikan hak-hak orang lain itu untuk membeli itu ini kesukaannya.
Justru, Salah satu hikmah menjalankan puasa di bulan Ramadhan itu, salah satunya agar kita dekat dengan Alloh. Sehingga muncul rasa cinta kasih kepada mereka yang kekurangan.
Karena memang kelebihan rejeki itu titipan dari Alloh untuk mereka yang kurang. (Tatang Tarmedi ) ***









