Waspadalah Bagi Orang-Orang yang Punya Rejeki Lebih Tapi Menganggap itu Miliknya Sendiri

- Pewarta

Minggu, 16 Maret 2025 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilusterasi : dari kibrispdr.org

Ilusterasi : dari kibrispdr.org

HARIANSUMEDANG.COM – Sesungguhnya, Alloh SWT memberi rejeki tiap harinya kepada manusia sama rata, karena tidak mungkin Alloh tidak bersifat adil.

Hanya, salah satunya demi keseimbangan dunia, Alloh SWT memberikannya ada yang langsung cukup ada yang dititipkan kepada orang lainnya.

Cukup di sini, cukup ukuran standar dalam memenuhi kebutuhan badan ( jasmani ) untuk  keberlangsungan mempertahankan hidup, termasuk makan, minum dan perlindungan untuk hidup itu sendiri.

Mereka yang dinasibkan kurang untuk menerima rejeki secara cukup, sebenarnya mereka telah diberi cukup oleh Sang Maha Pengatur. Lalu, dimana adanya sisa jatah rejeki orang-orang yang kurang cukup ?

Mereka yang kurang cukup, jatah rejekinya telah dititipkan Alloh SWT kepada mereka yang  berejeki lebih secara ukuran tadi.

Jadi, betapa dosanya bila mereka yang diberi rejeki lebih, seolah-olah mereka merasa bahwa kelebihan rejeki itu milik mereka sendiri.

Sang Penggoda ( syetan ) terus menggoda kepada mereka yang berejeki lebih, agar mereka merasa bahwa kelebihan rejeki itu miliknya sendiri, hasil jerih payahnya sendiri.

Mereka tidak merasa, bahwa Alloh SWT telah mengatur setiap orang untuk menjadi pekerja yang bisa hidupnya untuk berejeki lebih. Segingga bisa membagi kepada mereka yang kurang cukup.

Sang Pengatur, Alloh SWT, begitu maha jenius mengatur kehidupan supaya seimbang. Bila setiap orang diberi rejeki lebih semua, tidak bakal ada keseimbangan untuk saling membutuhkan.

Tidak perlu penulis ungkapkan kejadian-kejadian tidak menguntungkan bagi mereka yang punya rejeki lebih tapi tidak membagi kepada yang kurang.

Pada akhirnya, kelebihan rejeki yang tidak tersalurkan kepada yang berhak menerimanya itu, menjadi bumerang pada diri pelakunya sendiri, bisa menderita penyakit yang akhirbya dipakai berobat, dan lainnya.

Itu bukan hukuman dari Alloh, karena Alloh tidak pernah menghukum manusia karena kesalahannya. Hanya, Alloh telah memasang ‘mesin otomatis’ ketika orang berbuat salah ada balasan dari kesalahannya itu.

Pernahkah kalian mengalami, ketika di suatu saat mengalami kelebihan rejeki, ada hati ingin memberi seseorang ?Nah, itu adalah hati kita sedang dibisiki Alloh, agar memberikan kepada yang kurang cukup.

Jadi, betapa dosanya orang-orang yang diberi rejeki lebih, padahal di kanan kirinya orang-orang kekurangan. Mereka untuk sementara bisa puas membelikan hak-hak orang lain itu untuk membeli itu ini kesukaannya.

Justru, Salah satu hikmah menjalankan puasa di bulan Ramadhan itu, salah satunya agar kita dekat dengan Alloh. Sehingga muncul rasa cinta kasih kepada mereka yang kekurangan.

Karena memang kelebihan rejeki itu titipan dari Alloh untuk mereka yang kurang. (Tatang Tarmedi ) ***

Berita Terkait

Mengetuk Pintu SDN Tegalendah: Menemukan Rumah Kedua di Balik Perbukitan Rancakalong
Dedikasi Tanpa Batas Forum Peduli Gunung Geulis Jatinangor demi Warisan Anak Cucu
Menakar Jiwa dalam Berita Opini, Ketika Fakta Menemukan Rasa
H. Edeng Sutarya:  Figur ‘Orang Tua’ Pendidikan Sumedang di Akhir Pengabdian
Dari Asongan ke Kursi Kepala Sekolah: Kisah Inspiratif H. Apit Mengubah Garis Takdir di Jatinunggal
Mengajar dengan Hati, Memimpin dengan Seni: Kiprah Transformatif Dr. Cucu Suhartini di SMPN 4 Jatinangor
Konsumsi Kopi dan Risiko Diabetes: Manfaat, Mitos, dan Aturan Amannya
Waspada Predator Siber Intai Anak-Anak Lewat Game Online

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:47 WIB

Mengetuk Pintu SDN Tegalendah: Menemukan Rumah Kedua di Balik Perbukitan Rancakalong

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:29 WIB

Dedikasi Tanpa Batas Forum Peduli Gunung Geulis Jatinangor demi Warisan Anak Cucu

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:56 WIB

Menakar Jiwa dalam Berita Opini, Ketika Fakta Menemukan Rasa

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:46 WIB

H. Edeng Sutarya:  Figur ‘Orang Tua’ Pendidikan Sumedang di Akhir Pengabdian

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:48 WIB

Dari Asongan ke Kursi Kepala Sekolah: Kisah Inspiratif H. Apit Mengubah Garis Takdir di Jatinunggal

Berita Terbaru