KESEHATAN — Imam Al-Ghazali Dalam kitab Ihya Ulumuddin menekankan bahwa makanan yang layak dikonsumsi itu memenuhi persyaratan Halal dan Thayib. Sementara Ibnu Katsir Dalam tafsirnya terhadap QS. Al-Baqarah: 168, menjelaskan bahwa thayyiban berarti baik, bersih, dan tidak najis.
Ternyata, susu termasuk ke dalam minuman yang halal dan thayyib , pembuktiannya di QS Al-Nahl Ayat 66 “Dan sesungguhnya pada hewan ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagimu. Kami memberimu minum dari apa yang berada dalam perutnya (susu) yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.”
.
HR. Bukhari dan Muslim menerangkan barang siapa yang diberi makanan oleh Allah, hendaklah ia mengucapkan: ‘Allahumma barik lana fihi wa ath’imna khairan minhu.’ Dan barang siapa yang diberi minuman susu, hendaklah mengucapkan: ‘Allahumma barik lana fihi wa zidna minhu.’”
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tersebarnya riset dari para akademisi terhadap nutrisi susu, konsumen mulai selektif dan sadar akan kepentingan memilih susu yang memiliki kandungan yang lebih baik dan halal tentunya untuk dikonsumsi. Susu kambing diantaranya menjadii pembanding.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, susu kambing memiliki struktur protein dan lemak yang lebih halus dibanding susu sapi, sehingga lebih mudah dicerna dan minim risiko alergi. Kandungan αs1-casein yang rendah menjadikannya lebih ramah bagi sistem pencernaan.
Protein berkualitas tinggi yang terkandung pada susu kambing mendukung pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, Vitamin A, B2, D menjaga kesehatan mata, metabolisme energi, dan sistem imun. Mineralnya seperti Kalsium, fosfor, magnesium, dan selenium untuk tulang, otot, dan daya tahan tubuh. Sedangkan Oligosakarida prebiotik bisa menyehatkan saluran cerna dan meningkatkan penyerapan nutrisi.
Selama puasa, tubuh mengalami perubahan metabolisme akibat jeda makan dan minum yang panjang. Oleh karena itu, asupan bergizi saat sahur dan berbuka menjadi krusial. Susu kambing dapat menjadi solusi karena di dalam susu kambing terdapat lemak sehat dan protein membantu menjaga rasa kenyang dan energi hingga waktu berbuka.
Selain itu tadi, susu kambing dengan kandungan kalium dan magnesium membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh. Kandungan lactoferrin dan imunoglobulin berperan sebagai agen imunomodulator alami. Tekstur lembut dan kandungan prebiotik membantu mencegah sembelit, masalah umum saat puasa.
Menurut artikel dari Weight Herba, susu kambing dapat dikonsumsi saat sahur untuk menjaga stamina sepanjang hari, dan saat berbuka untuk memulihkan energi dengan cepat. Tips Konsumsi Selama Ramadan : Saat sahur, konsumsi 1 gelas susu kambing hangat 30 menit sebelum imsak. Pada waktu berbuka : Minum susu kambing setelah air putih dan kurma untuk pemulihan energi.
Dari beberapa produk susu kambing etawa yang beredar, Susu Kambing Etawa Platinum dipercaya memiliki kandungan nutrisi tinggi seperti protein, kalsium, dan vitamin B kompleks yang baik untuk daya tahan tubuh, pencernaan, serta pertumbuhan tulang. Teksturnya lebih lembut dan mudah dicerna, sehingga cocok untuk segala usia, termasuk yang sensitif terhadap laktosa. Susu kambing ini juga diproses secara higienis dengan standar kualitas tinggi, menawarkan manfaat alami dalam setiap tetesnya, solusi sehat untuk gaya hidup yang lebih baik. ( Tatang Tarmedi ) ****
Baca Juga:
Shanghai Electric Tampilkan Integrasi Energi dan Industri Berbasiskan AI di Hannover Messe 2026
*







