Belaian Sensitif Patah Tulang Penis Hingga Kontrasepsi Kuno Perlu Pasutri Ketahui

- Pewarta

Minggu, 14 Juli 2024 - 03:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barangkali warkat ini bisa dibutuhkan bagi pasangan suami istri ( foto : seksnews.pi )

Barangkali warkat ini bisa dibutuhkan bagi pasangan suami istri ( foto : seksnews.pi )

HARIANSUMEDANG.COM — Warkat berikut mungkin bisa dibutuhkan bagi para pasangan suami istri ( pasutri ) untuk menambah pengetahuan tentang hubungan dengan pasangan.

Jarang sekali sepasang suami istri langsung siap berhubungan badan, tanpa mempersiapkan tubuhnya terlebih dahulu.

Telah terbukti bahwa khususnya istri membutuhkan rangsangan yang tepat sebelum berhubungan, sehingga memungkinkan terjadinya hubungan intim.

Mempersiapkan tubuh dengan baik untuk melakukan hubungan intim,  terutama anda perlu  mencuri gairah, terutama melalui belaian terampil pada zona sensitif seksual.

Ini adalah tempat sensitif di mana terdapat banyak ujung saraf, ketika anda menyentuhnya menimbulkan kesenangan tersendiri bagi pasangan.

Yang terbaik adalah memulai pemanasan dengan membelai zona sensitif seksual sekunder, kemudian melanjutkan ke zona sensitif seksual utama, dan baru setelah itu hubungan seksual penuh dapat dilakukan.

Zona sensitif seksual sekunder: payudara dan puting, skrotum, daerah anus, paha bagian dalam, bokong, leher dan tengkuk, mulut dan lidah. Adapun Zona sensitif seksual primer:
penis, vagina, klitoris

Sebagai satu saran bagi para pasutri, jangan terlalu berlebihan dalam berhubungan seks dengan pasangan, ada kejadian membahayakan.

Tentu saja, “patah” merupakan sebuah pepatah, karena tidak ada tulang di penis yang bisa patah, namun karena kelakuan seks berlebihan, penis bisa rusak parah – mirip dengan patah tulang.

Kecelakaan jenis ini terjadi ketika penis tiba-tiba bengkok dengan sudut yang berbahaya, misalnya saat emosi menguasai kekasih yang terlalu bernafsu.

Ilmuwan Brazil telah menemukan bahwa sebagian besar patah tulang penis terjadi saat bercinta cowgirl.

Selama 12 tahun, di wilayah yang diteliti, terdapat lebih dari empat puluh kasus gangguan pada tunika albuginea penis, yaitu. “patah” (bila robek, suara retakan yang khas bahkan dapat terdengar!) .

Hampir setengah dari responden mengakui bahwa cedera tersebut terjadi ketika pasangan mereka mengambil alih dan menungganginya…

Posisi kedua yang paling umum menyebabkan cedera ternyata berada di luar “doggy style”.

Mungkin hal ini disebabkan oleh fakta bahwa di kedua posisi tersebut, wanita memiliki banyak kebebasan untuk menggerakkan dan memanipulasi pinggulnya.

Para pasutri perlu pula mengetahui, bahwa kontrasepsi itu sudah ada sejak jaman dahulu. Benarkah ?

Tentu saja, metode yang dikenal pada saat itu sangat berbeda dengan metode saat ini, dan seringkali tidak efektif atau bahkan berbahaya.

Salah satu metode kontrasepsi yang paling umum pada jaman itu adalah penggunaan zat beracun sebelum atau sesudah hubungan seksual.

Beberapa orang memberikan sifat spermisida pada kotoran hewan (misalnya buaya) yang dioleskan pada kulit.

Negara-negara lain mengonsumsi racun seperti merkuri, yang seringkali tidak hanya mencegah pembuahan, tetapi bahkan menyebabkan berbagai penyakit berbahaya.

Filsuf Yunani kuno menganjurkan wanita untuk melompat – lompat setelah berhubungan, sehingga sperma tidak sempat mencapai rahim.

“Cendekiawan” lain menganjurkan wanita untuk menahan napas saat berhubungan seks, yang bahkan itu dapat menyebabkan hipoksia…

Beberapa wanita di Abad Pertengahan memproduksi sisipan vagina mereka sendiri. Cakram buatan terbuat dari spons, dimaksudkan untuk memberikan penghalang fisik terhadap air mani.

“Metode” terakhir yang diketahui adalah penggunaan testis hewan, yang dianggap memiliki sifat anti-fertilisasi.

Beberapa wanita memakai jimat yang terbuat dari buah zakar kering di lehernya, misalnya buah zakar banteng,

edangkan pria meminum minuman dengan buah zakar yang berbentuk bubuk, misalnya buah zakar berang-berang.

Kontrasepsi jaman dulu itu selain berisiko pula bila dilakukan dengan serampangan bisa menyebabkan kematian. ( Tatang Tarmedi / sumber dari seksnews.pi ) ***

Berita Terkait

Susu Kambing Etawa Platinum Anugerah Halalan dan Thayyiban Menjaga Stamina di Hari-hari Biasa dan Bulan Puasa
Produk herbal Naik Kelas,  madu hitam tetap jadi Primadona, zymuno Harapan  Global
SMA Negeri 2 Cimalaka Sumedang Tiap Waktu Berpacu Melawan Sampah Hasilnya Kompos dan Briket
SD Negeri Cileles Jatinangor Gelar Acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di GOR Desa Cileles
Dari Sayang Sampai Marongge Baru Ditemukan Empat Kepala Sekolah yang Mengalir Darah Seni dalam Jiwanya
Bukan Pada Cerita Fiktif Tutur Tinular, Aviary Kamandanu Hadir di SMP Negeri 2 Rancakalong
Jatinangor Sudah Layak Miliki Kantor Kecamatan Mentereng Imbangi Kawasan yang Terus Dinamis
Mengucapkan Selamat Menjalani Masa Purna Tugas kepada Bapak Sudrajat S.PD, M.PD

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 19:12 WIB

Susu Kambing Etawa Platinum Anugerah Halalan dan Thayyiban Menjaga Stamina di Hari-hari Biasa dan Bulan Puasa

Minggu, 11 Januari 2026 - 01:09 WIB

Produk herbal Naik Kelas,  madu hitam tetap jadi Primadona, zymuno Harapan  Global

Rabu, 15 Oktober 2025 - 16:00 WIB

SMA Negeri 2 Cimalaka Sumedang Tiap Waktu Berpacu Melawan Sampah Hasilnya Kompos dan Briket

Rabu, 1 Oktober 2025 - 14:00 WIB

SD Negeri Cileles Jatinangor Gelar Acara Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di GOR Desa Cileles

Sabtu, 27 September 2025 - 12:00 WIB

Dari Sayang Sampai Marongge Baru Ditemukan Empat Kepala Sekolah yang Mengalir Darah Seni dalam Jiwanya

Berita Terbaru