HARIANSUMEDANG.COM -Dalam sejarah Islam tercatat nama-nama orang yang paling menganggap dirinya lebih dari orang lain.
Kesombongan mereka itu, akhirnya menganggap dirinya Tuhan yang berkuasa di bumi.
Kerajaan Mesir Purba, diantaranya, memberikan kontribusi besar dalam melahirkan orang-orang congkak seperti itu.
Siapa tak kenal kisah Raja Firaun, Qorun dan Haman. Tiga serangkai ini, dianggap orang paling sombong sepanjang sejarah Islam.
Raja Fir’aun sombong karena merasa dirinya punya kekuasaan
Kerajaan Mesir kala itu memiliki luas wilayah hampir sepadan dengan setengahnya benua Eropa.
Merasa diri punya kekuasaan di wilayah yang maha luas, Firaun akhirnya lupa diri sombong dan serakah.
Haman, sombong, karena merasa diri punya kepintaran.
Bangunan piramida yang bercecer di wilayah Mesir, itu hasil dari arsitektur Haman.
Baca Juga:
JPU Tolak Seluruh Pledoi Nadiem Makarim dalam Sidang Replik Kasus Korupsi Chromebook
Inisiatif Siswa, Acara Pelepasan SMPN 1 Jatinangor Berlangsung Khidmat Tanpa Pungutan Biaya
Optimalkan Potensi Agraris, UPTD Pertanian Wilayah Tomo Terus Kawal Ketahanan Pangan Sumedang
Sedangkan Qorun sombong, karena merasa diri punya kekayaan.
Bahkan, sampai sekarang masih banyak orang berburu harta karun.
Sebenarnya satu strategi bagus bagi Raja Fir’aun menyatukan dua sosok ini dalam suatu pemerintahan.
Setidaknya, Fir’aun sendiri punya pengaruh dan kekuasaan.
Baca Juga:
MAXHUB Bertransformasi dari Peserta Menjadi Pemimpin, Ajukan Dua Standar Internasional IEC yang Baru
SNEC 2026 | EVE Energy Raih Pesanan Lebih dari 67 GWh, Perkuat Posisi di Industri Penyimpanan Energi
Pertahankan Komitmen Akuntabilitas, Kabupaten Majalengka Raih Opini WTP 13 Kali Berturut-turut
Lalu, ia merekrut Haman yang genius dan memiliki kepintaran diangkat sebagai Perdana Menteri.
Qorun yang kaya raya diangkat jadi Bendahara kerajaan.
Bila ketiganya memiliki kesholehan hati dan jauh dari rasa takabur, niscaya Mesir akan dari dahulu menjadi maju.
Mereka diberi kelebihan oleh Tuhan, sebagai ujian. Apakah bisa memanfaatkan kelebihan itu untuk hal positif atau sebaliiknya.
Namun, ternyata, kelebihan yang diberikan Tuhan itu menjadikan dirinya sombong dan takabur.
Akhirnya, sejarah mencatat, Fir’aun ditenggelamkan di Laut Merah. Qorun terkubur dalam bumi.
Baca Juga:
AGIBOT Gelar APC 2026 di Indonesia, Percepat Implementasi AI Berwujud Fisik di Pasar Lokal
Pelatih Mozambik Puji Timnas Indonesia, ” Ranking FIFA Hanyalah Ilusi ” Katanya
Ini satu akhir hidup yang menjadi dosa bagi diri yang congkak kepada Tuhan.
Bila Fir’aun Haman dan Qorun sombong dan congkak di hadapan Alloh, memang sedikit ada pantasnya.
Karena ketiganya memiliki kekuasaan dan pengaruh, punya kepintaran maha lebih serta punya kekayaan melimpah ruah.
Sedangkan bila ada kesombongan pada diri manusia jaman sekarang, atas dasar apa alasan dari kesombongannya itu ?
Nah, sahabat hariansumedang.com, dengan berpuasa yang benar, Insya Alloh bakal membunuh kesombongan dalam diri kita.
Dengan menipisnya kesombongan dalam diri, Alloh SWT akan mendekati kita dan akhirnya memberi ni”mat yang tidak terhingga.
(Tatang Tarmedi) ***















