GAYA HIDUP – Boleh percaya atau tidak, banyak orangtua dulu memanpaatkan bulan purnama sebagai wahana untuk meditasi.
Dilansir dari sebuah buku lama, ada beberapa mantera yang harus dibaca berbarengan dengan menatap bulan purnama.
Dengan sambil menatap bulan purnama, mantera yang dibaca ratusan kali itu bisa cepat dikabulkan oleh Yang Maha Pengatur.
Mantera tadi sejenis mantera pengasihan yang dalam satu baitnya terucap bulan purnama, seolah siapa yang tidak suka bulan purnama.
Justru, ketika aji bulan purnama itu telah menjadi satu kekuatan, jalma asih wong sabuana, welasa asiha .... demikian buku itu mengungkap.
Tidak hanya bulan purnama, salah satu mantera juga harus menggunakan pembiasaan konon agar manteranya itu bisa saciduh metu saucap nyata.
Siapa tidak kenal api, zat satu ini akan membakar siapa saja yang menyentuhnya. Namun, salah satu penaklukannya dengan satu mantera.
Masih melansir dari buku tadi, pembacaan mantera. harus dsertai pembiasaan yang boleh disebut ringan-ringan susah.
Seumur hidup tidak boleh makan menggunakan sendok. Apa hubungannya api dan sendok ? Tidak ada penjelasan tentang hal itu. Boleh percaya atau tidak.
Baca Juga:
Sertijab Kepala Desa Cipelang Kecamatan Ujungjaya Harapan Baru untuk Desa yang Lebih Maju
Kementerian Luar Negeri: 32 WNI Berhasil Dievakuasi dari Iran, Sebagian Kini Sudah Tiba di Indonesia
(Tatang Tarmedi) ***







