Dukung Pengusulan KH. Abbas Abdul Jamil Sebagai Pahlawan Nasional, Bupati Majalengka: Perjuangan Kebanggaan Jawa Barat

- Pewarta

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN SUMEDANG — Pemerintah Kabupaten Majalengka menyatakan komitmen dan dukungan penuh terhadap pengusulan ulama besar asal Jawa Barat, K.H. Abbas Abdul Jamil, sebagai Pahlawan Nasional.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., saat menghadiri Seminar Nasional Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional K.H. Abbas Abdul Jamil di Aula MA Unggulan Amanatul Ummah 02 Leuwimunding, Minggu (9/8/2026).

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Majalengka, saya menyatakan dukungan dan komitmen penuh terhadap upaya pengusulan KH. Abbas Abdul Jamil sebagai Pahlawan Nasional. Perjuangan ini adalah perjuangan Jawa Barat, dan menjadi kebanggaan kita bersama,” ujar Bupati Eman Suherman.

Bupati menegaskan bahwa perjuangan untuk sosok yang dijuluki “Singa dari Jawa Barat” ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan upaya meneguhkan jati diri bangsa dan meneladani nilai Hubbul Wathan Minal Iman (cinta tanah air adalah bagian dari iman).

Peran Kunci dalam Peristiwa 10 November 1945

K.H. Abbas Abdul Jamil (1883–1947), pengasuh Pondok Pesantren Buntet Cirebon, dikenal memiliki peran historis yang sangat strategis dalam menyambut seruan Resolusi Jihad. Beliau memimpin Laskar Santri Jawa Barat dalam pertempuran mempertahankan kemerdekaan di Surabaya.

Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) sekaligus Guru Besar Sejarah Peradaban Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Usep Abdul Matin, mengungkapkan bahwa KH. Abbas memiliki peran penting dalam menentukan momentum serangan pada pertempuran legendaris tersebut.

  • Musyawarah Penentuan: Pada 6 November 1945, KH. Abbas menggelar musyawarah bersama keluarga, kiai, dan santri sebelum berangkat ke Tebuireng, Jombang.

  • Instruksi Strategis: Beliau memberikan arahan agar serangan ke pusat Kota Surabaya dilakukan tepat pada subuh 10 November 1945.

“KH. Abbas mengatakan, ‘Besok subuh harus kita serang.’ Artinya besok subuh itu 10 November 1945. Keputusan tersebut memiliki arti strategis karena pasukan bergerak ke pusat kota, sementara kekuatan lain ditempatkan di pinggiran,” jelas Prof. Usep.

Selain perannya di medan perang melalui jaringan Hizbullah, Sabilillah, hingga Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), KH. Abbas juga dikenal sebagai pelopor pembaruan pendidikan pesantren berilmu pengetahuan umum sejak dekade 1920-an.

Pengusulan Terkuat dengan 74 Sumber Primer

Berdasarkan telaah TP2GP, pengusulan K.H. Abbas Abdul Jamil dinilai sebagai salah satu yang paling kuat dari 38 calon Pahlawan Nasional karena didukung oleh data historis berbasis sumber primer yang sangat utuh.

Dari total 95 dokumen yang berhasil dihimpun:

  • 74 Dokumen: Sumber Primer (dokumen/catatan saat peristiwa berlangsung)

  • 23 Dokumen: Sumber Sekunder

Menariknya, sebagian sumber primer berasal dari dokumen dan pemberitaan resmi pemerintah kolonial Hindia Belanda. Dalam catatan kolonial tersebut, KH. Abbas digambarkan sebagai tokoh yang sangat berbahaya, khususnya melalui pengaruh kepemimpinannya dalam Tarekat Tijaniyah dan jaringan pesantren.

“Kalau musuh yang mengatakan (berbahaya), itu sangat kuat jangkauan pembuktiannya. Ini membuktikan perjuangan beliau sudah berlangsung jauh sebelum perang kemerdekaan 1945,” tambah Prof. Usep.

Penghormatan Bagi Generasi Penerus

Dukungan senada disampaikan oleh Ketua Umum Pergunu, Prof. Dr. KH. Asep Saifuddin Chalim, M.A., yang juga merupakan putra dari Pahlawan Nasional KH. Abdul Chalim. Menurutnya, KH. Abbas dan KH. Abdul Chalim adalah sahabat seperjuangan yang bertempur tulus tanpa mengharapkan gelar.

“KH. Abbas dan KH. Abdul Chalim berjuang untuk kemerdekaan, bukan untuk dikenang atau mencari gelar. Namun sebagai generasi penerus, kita wajib menghormati jasa beliau. Tahun ini KH. Abbas sangat layak dan harus diakui sebagai Pahlawan Nasional,” tegas Kiai Asep.

Melalui forum akademik dan bedah buku ini, Pemkab Majalengka bersama para akademisi berharap argumentasi ilmiah ini semakin kokoh sehingga pengakuan negara terhadap KH. Abbas Abdul Jamil dapat segera terwujud. ( Abdul Haris )

Sumber Berita: Press Release Diskominfo Kabupaten Majalengka (Minggu, 9 Agustus 2026).

Berita Terkait

Sikapi Lonjakan Kasus LGBT dan HIV/AIDS, Bupati Sumedang Didesak Segera Terbitkan Regulasi Ketat
Menerjang Hujan dan Ombak Demi Nyawa: Perjuangan Bidan Vera di Pesisir Langkat
Semarak HUT Kemerdekaan RI ke -81 Pemerintah Gelar Pesta Rakyat di Monas hingga Rangkaian Agenda Bulan Kemerdekaan
Bila Komposisi Ini Dipakai, Persib Bisa Jadi Tim Menakutkan di Liga Super 2026/2027
Bupati Dony Resmikan TK Negeri Sartika, Wujud Pemerataan Layanan Pendidikan di Wilayah Perbatasan
Presiden Prabowo: Kunci Sukses Negara Adalah Berani Akui Kekurangan dan Cari Solusi
Persiapkan Pilkades Serentak 2026, Komisi I DPRD Sumedang Gelar Rapat Kerja Lintas Sektoral
Tingkatkan Layanan Kesehatan, Pemkab Sumedang Mulai Pembangunan Puskesmas Cimanggung Baru

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:15 WIB

Dukung Pengusulan KH. Abbas Abdul Jamil Sebagai Pahlawan Nasional, Bupati Majalengka: Perjuangan Kebanggaan Jawa Barat

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Sikapi Lonjakan Kasus LGBT dan HIV/AIDS, Bupati Sumedang Didesak Segera Terbitkan Regulasi Ketat

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Menerjang Hujan dan Ombak Demi Nyawa: Perjuangan Bidan Vera di Pesisir Langkat

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Semarak HUT Kemerdekaan RI ke -81 Pemerintah Gelar Pesta Rakyat di Monas hingga Rangkaian Agenda Bulan Kemerdekaan

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:49 WIB

Bila Komposisi Ini Dipakai, Persib Bisa Jadi Tim Menakutkan di Liga Super 2026/2027

Berita Terbaru