HARIAN SUMEDANG – Publik media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh kabar bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat yang melanda kawasan Gunung Geulis.
Bagi sebagian masyarakat Jawa Barat, nama Gunung Geulis sangat identik dengan wilayah Sumedang. Namun, insiden kebakaran kali ini ternyata terjadi di lokasi yang berbeda.
Bukan di Sumedang, karhutla tersebut justru melanda kawasan Gunung Geulis yang terletak di Kampung Ciroyom, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi.
Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya 4 hektare ladang warga serta hutan bambu pada Selasa, 25 Agustus 2026.
Berdasarkan video yang diunggah akun Instagram @folksmi pada Rabu, 26 Agustus 2026, tampak kobaran api membumbung tinggi disertai asap pekat menyelimuti area perkebunan di dekat pemukiman.
“Api mulai terlihat sekitar pukul 6 sore dan dengan cepat membakar ladang warga serta hutan bambu,” tulis keterangan unggahan tersebut.
Vegetasi yang mengering serta tiupan angin kencang membuat kobaran api kian merambat cepat hingga sempat mengancam rumah-rumah warga di sekitarnya.
Kronologi Menurut Petugas
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Pabuaran, mengonfirmasi bahwa laporan kebakaran pertama kali masuk pada Selasa malam sekitar pukul 18.30 WIB.
Baca Juga:
Semarak Kebudayaan di Kudangwangi: Karnaval HUT RI ke-81 Bangkitkan Spirit Gotong Royong Warga
SWI Group mempercepat transformasi menuju Infrastruktur Digital
“Berdasarkan informasi warga sekitar, terjadi kebakaran ladang warga dan hutan bambu yang menyebabkan area terbakar meluas sekitar 4 hektare,” jelas Rabu (26/8/2026).
Tim gabungan dari P2BK, Damkar, TNI, Polri, Satpol PP, Tagana, hingga warga setempat langsung dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api dan membuat sekat agar kobaran tidak sampai melalap pemukiman penduduk.
Penyebab Masih Didalami
Ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Ia menambahkan, banyaknya vegetasi pohon bambu yang Kering menjadi salah satu faktor utama yang membuat api menyambar dengan sangat cepat.
Mengenai pemicu pasti munculnya titik api, pihak berwenang menegaskan masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Red







