Puskesmas Buahdua Sumedang Antisipasi Stunting dan Berupaya Untuk Zero Angka Kematian Ibu/ Bayi

- Pewarta

Minggu, 21 Januari 2024 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

H. Rukruk Rumiasih Kepala UPTD Puskesmas Buahdua Sumedang (Dok.Hariansumedang.com/Tatang Tarmedi)

H. Rukruk Rumiasih Kepala UPTD Puskesmas Buahdua Sumedang (Dok.Hariansumedang.com/Tatang Tarmedi)

HARIANSUMEDANG – Program new zero stunting dan penurunan angka kematian ibu / bayi sebagai target Pemkab Sumedang di tahun 2024 perlu dilaksanakan semua tatanan dan lintas sektoral hingga ke tingkat bawah.

Khusus untuk Kecamatan Buahdua, beragam inovasi telah dijalankan, diantaranya melalui program Mapay Lembur Cegah Stunting dan Malem Cebunting, demikian dikatakan Hj. Rukruk Rumiasih, S.T. Keb. Kepala Puskesmas Buahdua,

Dikatakan lebih jauh, program-program berkaitan dengan penuntasan stunting tidak terlepas dari koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk forkopimcam dan pemerintahan desa melalui kader-kader posyandunya.

BACA JUGA:

Di SMK Korpri Sumedang Tunggakan Biaya Pendidikan Bisa Dicicil Dengan Prestasi

Sebanyak 202 Rumah Rusak di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Akibat Diterjang Angin Kencang

” Kita keliling lembur, melalui kegiatan posyandu dan pusling, lakukan pemeriksaan kepada seluruh masyarakat. Termasuk di dalamnya, intervensi pemberian makanan berprotein hewani, berupa telur dan susu kepada ibu hamil, ” tutur Bidan Rukruk.

Akibat jalinan kebersamaan pihak-pihak terkait, kata Bidan Rukruk, angka stunting untuk Kecamatan Buahdua tergolong kecil dibanding kecamatan lain, yakni hanya tersisa 39 balita stunting.

BACA JUGA:

Sebanyak 202 Rumah Rusak di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Akibat Diterjang Angin Kencang

” Angka kematian ibu / bayi juga tergolong kecil, karena ibu hamilnya sedikit, rata-rata satu keluarga hanya miliki satu dua anak saja, Jarang keluarga beranak banyak, ” terang Bidan Rukruk.

Bahkan, imbuh Bidan Rukruk, di tahun 2023 tidak ada angka kematian ibu hamil /melahirkan, hanya masih ada 7 kematian bay,. Itu juga karena ada satu ibu hamil melahirkan kembar tiga.

” Hamilnya hanya 28 minggu. Bobot lahir peranaknya hanya satu setengah kilogram. Jadi, meninggal tiga-tiganya. Tapi, mudah-mudahan di tahun depan, tidak ada lagi angka kematian bayi, ” harapnya.

Munculnya kasus stunting di Kecamatan Buahdua, berdasarkan pengamatan Bidan Rukruk, diantaranya akibat salah pola asuh,
Ibunya bekerja anak diasuh oleh neneknya, Si nenek kadang hanya berpikir makan asal masuk ke perut saja.

” Bahkan, rata-rata balita stunting itu, tidak diberi ASI Ekslusif selama nol hingga enam bulan pasca kelahirannya, ” jelas Bidan Rukruk yang awali karir kebidanannya di Kecamatan Cadasngampar tahun 1990.

Menurut Bidan Rukruk, untuk mencegah terjadinya stunting harus dilakukan di seribu hari pertama kehidupan, dari mulai konsepsi didalam kandungan sampai usia hamil sembilan bulan, berlanjut dari mulai Lahir hingga usia anak dua tahun.

” Seiring dengan itu, kita pantau terus menerus. Apalagi sekarang kader sudah dilatih. Tanggung jawab stunting itu bukan tanggung jawab petugas kesehatan saja. Sekarang semua lintas sektor tertuju ke arah penuntasan stunting, ” pungkasnya. (Tatang Tarmedi)

 

Berita Terkait

Sentuhan Kehangatan di SMAN 1 Sumedang: Ketika Sekolah Menjadi Rumah yang Ramah
SD Negeri Cimuncang Surian Terima Bantuan Revitalisasi Sekolah Rp1,06 Miliar
Mesin Mati di Tanjakan Haurpapak, Kijang Super Terperosok ke Jurang: Bayi 8 Bulan Selamat Usai Terpental
DPRD Kabupaten Sumedang Tegaskan Komitmen Kawal Program Nasional Agar Benar-Benar Berpihak Pada Kepentingan Warga Desa
Bupati Sumedang Desak Kementerian PUPR Percepat Bendung Rengrang, Targetkan Irigasi 3.800 Hektare Sawah
Tiga Desa di Kecamatan Surian Siap Gelar Pilkades Serentak 2026, Desa Wanajaya Mulai Buka Pendaftaran
Sikapi Lonjakan Kasus LGBT dan HIV/AIDS, Bupati Sumedang Didesak Segera Terbitkan Regulasi Ketat
Bupati Sumedang Tekankan Dinas Sosial Adalah Wajah Kepedulian Pemerintah: Layani dengan Hati dan Empati

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:37 WIB

Sentuhan Kehangatan di SMAN 1 Sumedang: Ketika Sekolah Menjadi Rumah yang Ramah

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:48 WIB

SD Negeri Cimuncang Surian Terima Bantuan Revitalisasi Sekolah Rp1,06 Miliar

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Mesin Mati di Tanjakan Haurpapak, Kijang Super Terperosok ke Jurang: Bayi 8 Bulan Selamat Usai Terpental

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:42 WIB

DPRD Kabupaten Sumedang Tegaskan Komitmen Kawal Program Nasional Agar Benar-Benar Berpihak Pada Kepentingan Warga Desa

Rabu, 5 Agustus 2026 - 19:55 WIB

Bupati Sumedang Desak Kementerian PUPR Percepat Bendung Rengrang, Targetkan Irigasi 3.800 Hektare Sawah

Berita Terbaru

Pers Rilis

Huawei Jadi Mitra bagi Ajang GSMA M360 ASEAN 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 00:42 WIB