Tuhan Menyadarkan Seorang PSK di Sumedang Dengan Satu Benda Bernama ” Peniti “

- Pewarta

Minggu, 31 Maret 2024 - 02:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMEDANG – Aku ibu rumah tangga yang bersuamikan seorang lelaki yang begitu mencintaiku.

Meski telah punya anak dua, satu kelas 2 SMA dan satu lagi masih kelas 6 SD,aku sering dipuji orang, wanita  awet muda.

Bahkan, suamiku sering puji aku, “Mamah, makin tua makin cantik aja ” katanya. Ah, aku jadi kebaperan nih …

Terus terang saja, dulunya aku bukan wanita baik-baik. Tiap hari tiap malam selalu hidup di rumah remang-remang.

Karena wajahku cantik, aku selalu jadi rebutan lelaki hidung belang.

Namun, setelah sepuluh tahunan aku hidup di lembah hitam, Tuhan akhirnya menyadarkanku dengan satu cara yang tak pernah kusangka sebelumnya.

Memang, Tuhan Maha Kuasa, Dia bisa saja  melakukan apa saja demi umat-Nya.

Saat aku jadi primadona di lokalisasi tempat aku mangkal. Pada suatu hari aku kedatangan seorang lelaki muda tampan.

Dia ngajak kencan. Aku sih mau-mau saja. Karena memang itu profesiku.

Namun, setelah itu, berhari-hari aku sakit keras,hasil pemeriksaan dokter, di bagian saluran kencingku terkena luka parah.

Aku sadar, kala itu aku merasa ada yang tak beres dari perlakuan seks lelaki tampan itu.

Setelah peristiwa itu, aku benar-benar kapok untuk terjun kembali ke dunia itu. Ternyata, Tuhan menyadarkan aku dengan satu benda ” peniti ”

Benda itulah yang menjadi alat penyadaranku. Tak nyangka, lelaki tampan itu, menggunakan peniti di alat kelaminnya.

Ya Tuhan, terima kasih, Engkau telah sadarkanku. Bagi tekan-rekan yang sekarang masih bertahan dengan profesinya itu, berhentilah segera. Sebelum Tuhan menyadarkan kalian dengan cara yang menyakitkan.

( Sebagaimana yang dituturkannya kepada Tatang Tarmedi jurnalis Hariansumedang.com)

Berita Terkait

Dedikasi Tanpa Batas Forum Peduli Gunung Geulis Jatinangor demi Warisan Anak Cucu
Menakar Jiwa dalam Berita Opini, Ketika Fakta Menemukan Rasa
H. Edeng Sutarya:  Figur ‘Orang Tua’ Pendidikan Sumedang di Akhir Pengabdian
Dari Asongan ke Kursi Kepala Sekolah: Kisah Inspiratif H. Apit Mengubah Garis Takdir di Jatinunggal
Mengajar dengan Hati, Memimpin dengan Seni: Kiprah Transformatif Dr. Cucu Suhartini di SMPN 4 Jatinangor
Konsumsi Kopi dan Risiko Diabetes: Manfaat, Mitos, dan Aturan Amannya
Waspada Predator Siber Intai Anak-Anak Lewat Game Online
Menembus Batas Ritual: Menggali Makna Konotatif Kurban yang Terlupakan

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:29 WIB

Dedikasi Tanpa Batas Forum Peduli Gunung Geulis Jatinangor demi Warisan Anak Cucu

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:56 WIB

Menakar Jiwa dalam Berita Opini, Ketika Fakta Menemukan Rasa

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:46 WIB

H. Edeng Sutarya:  Figur ‘Orang Tua’ Pendidikan Sumedang di Akhir Pengabdian

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:48 WIB

Dari Asongan ke Kursi Kepala Sekolah: Kisah Inspiratif H. Apit Mengubah Garis Takdir di Jatinunggal

Selasa, 2 Juni 2026 - 03:34 WIB

Mengajar dengan Hati, Memimpin dengan Seni: Kiprah Transformatif Dr. Cucu Suhartini di SMPN 4 Jatinangor

Berita Terbaru

Lifestyle

Menakar Jiwa dalam Berita Opini, Ketika Fakta Menemukan Rasa

Minggu, 7 Jun 2026 - 07:56 WIB