Sumedang Rintis Revolusi Sampah: N30 Turbocyclon, Teknologi Air Karya Putra Daerah Resmi Beroperasi

- Pewarta

Rabu, 15 April 2026 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMEDANG – Di tengah ikhtiar panjang menaklukkan gunungan sampah, Kabupaten Sumedang menapakkan babak baru. Bupati Dony Ahmad Munir meresmikan pengoperasian N30 Turbocyclon atau SIMPATI-1 di Kawasan Pengolahan Sampah Akhir Pusat Pemerintahan Sumedang, Rabu 15/4/2026.

Teknologi insinerator berbasis air ini digadang sebagai jawaban atas persoalan sampah yang kian mendesak, sekaligus penanda kedaulatan teknologi karya anak daerah. Dalam pidatonya, Bupati Dony menegaskan filosofi sederhana yang kerap terlupakan: mengelola sampah sejatinya tidak rumit.

“Hanya butuh air bersih dan niat baik,” ujarnya. Ia menekankan prinsip fundamental bahwa persoalan sampah harus dituntaskan di hulu, pada hari yang sama saat sampah dihasilkan. Tanpa penundaan, tanpa penumpukan, tanpa warisan masalah untuk esok. Komitmen itu menjadi napas dari sistem baru yang kini ditegakkan di jantung pemerintahan Sumedang.

Sistem yang diusung bertumpu pada disiplin pemilahan sejak titik awal. Sampah dipilah menjadi dua arus besar: anorganik dan organik. Arus anorganik—plastik, kertas, kardus, botol, hingga kaca—diarahkan menjadi sirkulasi ekonomi. “Anorganik jadi uang,” tegas Dony. Sementara arus organik diolah menjadi kompos, mengembalikan zat hara ke tanah pertanian Sumedang. Dengan demikian, sampah berhenti menjadi beban dan bertransformasi menjadi nilai.

Lantas bagaimana dengan residu yang tak lagi bernilai? Di sinilah N30 Turbocyclon menjalankan perannya. Sisa akhir yang benar-benar tidak termanfaatkan baru masuk ke ruang insinerasi, dengan volume yang ditekan seminimal mungkin dan tetap patuh pada kaidah lingkungan. “Ini adalah ikhtiar kita untuk menyelesaikan sampah dari hulunya,” kata Bupati. Ia pun mendorong replikasi gerakan pemilahan ini ke seluruh SKPD dan sekolah, menjadikannya budaya, bukan sekadar program.

Dari sisi pengembang, Muhammad Budi Fauzi dari PT New Energy Integrasi membeberkan kedalaman inovasi tersebut. Mesin N30 Turbocyclon berkapasitas awal 30 kilogram per jam, fleksibel ditingkatkan hingga 60 kilogram, bahkan 100 kilogram per jam untuk sampah kering. Kunci efisiensinya terletak pada pemilahan di hulu, sehingga hanya residu sekira 0,3 persen yang masuk insinerator. Yang membedakannya dari teknologi lain: mesin ini menjadikan air sebagai bahan utama operasional, menekan biaya sekaligus meneguhkan prinsip keberlanjutan.

Lebih dari sekadar mesin, N30 Turbocyclon adalah narasi panjang riset sejak 2012 yang berpuncak pada kemandirian. “Ini hasil pengembangan sejak 2012. Teknologi ini merupakan karya anak asli Sumedang,” ungkap Budi. Dengan air, niat baik, dan kecerdasan putra daerah, Sumedang kini tidak hanya mengolah sampah, melainkan merumuskan martabat baru dalam berhadapan dengan sisa kehidupan. ( SITI ) ****

Berita Terkait

Inisiatif Siswa, Acara Pelepasan SMPN 1 Jatinangor Berlangsung Khidmat Tanpa Pungutan Biaya
Optimalkan Potensi Agraris, UPTD Pertanian Wilayah Tomo Terus Kawal Ketahanan Pangan Sumedang
Menepis Penat di Curug Kacapi: Permata Tersembunyi di Jalur Sumedang-Subang yang Memeluk Kedamaian
Purnatugas dengan Manis: Kades Margajaya Rampungkan Pengaspalan Jalan, Siap Lanjutkan Penguatan Ekonomi Warga
Sinergi Pemerintahan Digital, Estonia Puji Efektivitas Inovasi Publik Kabupaten Sumedang
Proyek Hotmik Jalan Blok Gadog Karanglayung Mangkrak, Warga Pertanyakan Kinerja Kontraktor
Menyingkap Misteri Cadas Pangeran: Jalan ‘Datar’ yang Ternyata Mendaki Tajam
Setelah Tahun Lalu Sekolah-sekolah di Jabar “Sepi” Pungutan, Akhir Tahun Ajaran Ini Kembali Marak

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:04 WIB

Inisiatif Siswa, Acara Pelepasan SMPN 1 Jatinangor Berlangsung Khidmat Tanpa Pungutan Biaya

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:18 WIB

Optimalkan Potensi Agraris, UPTD Pertanian Wilayah Tomo Terus Kawal Ketahanan Pangan Sumedang

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:30 WIB

Menepis Penat di Curug Kacapi: Permata Tersembunyi di Jalur Sumedang-Subang yang Memeluk Kedamaian

Senin, 8 Juni 2026 - 10:19 WIB

Purnatugas dengan Manis: Kades Margajaya Rampungkan Pengaspalan Jalan, Siap Lanjutkan Penguatan Ekonomi Warga

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:41 WIB

Sinergi Pemerintahan Digital, Estonia Puji Efektivitas Inovasi Publik Kabupaten Sumedang

Berita Terbaru