KPK Ajak Siswa SD Tanamkan Anti Korupsi Sejak Dini Diantaranya Dengan Pemutaran Film ‘ Subur Itu Jujur’

- Pewarta

Sabtu, 8 Maret 2025 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam film pendek Subur Itu Jujur yang mereka tonton, Subur memilih untuk tetap jujur dalam ujian olahraga meskipun teman-temannya mengambil jalan pintas.( Sumber : kpk.go.id)

Dalam film pendek Subur Itu Jujur yang mereka tonton, Subur memilih untuk tetap jujur dalam ujian olahraga meskipun teman-temannya mengambil jalan pintas.( Sumber : kpk.go.id)

HARIANSUMEDANG.COM – Sekitar 120 siswa SD Negeri Semanan 14 Petang, Jakarta Barat,  berkunjung ke Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (6/3).

Dalam film pendek Subur Itu Jujur yang mereka tonton, Subur memilih untuk tetap jujur dalam ujian olahraga meskipun teman-temannya mengambil jalan pintas.

Kisah ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga cerminan nilai-nilai integritas yang ingin ditanamkan KPK sejak dini melalui pendidikan antikorupsi.

Karya dari ajang Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2018 ini mendapat sambutan hangat dari para siswa. Mereka terlihat antusias dalam mendiskusikan nilai-nilai kejujuran dan kerja keras yang ditampilkan dalam film.

Film ini sekaligus menjadi bagian dari upaya KPK yang terus mengukuhkan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai integritas di dunia pendidikan.

Melalui diskusi, tontonan inspiratif, dan penyampaian materi secara kreatif, KPK berharap generasi muda dapat tumbuh dengan kesadaran akan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai antikorupsi.

Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada Satuan Tugas (Satgas) 1 Pendidikan Dasar-Menengah, Direktorat Jejaring Pendidikan KPK, Andi Khairuzaman.

Seusai pemutaran film, beliau mengungkapkan bahwa pendidikan antikorupsi harus dimulai dari level paling dasar.

Sebab, perilaku korupsi tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga merusak struktur moral dan sosial masyarakat secara luas.

“Kebiasaan kecil yang mengandung perilaku koruptif dapat berdampak besar di kemudian hari. Jika dibiarkan dan dinormalisasi, perilaku tersebut bisa membentuk karakter yang membahayakan, terutama bagi para terpelajar,” ujar Andi.

Menurutnya, salah satu faktor kunci dalam menanamkan karakter integritas adalah peran guru sebagai tenaga pendidik.

Guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga menjadi panutan dalam membangun ekosistem yang jujur dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah.

“Tentunya semua itu akan berjalan dengan baik apabila didukung dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang mendorong terbentuknya sistem pendidikan yang kondusif.

Sedangkan masyarakat sebagai pemangku kepentingan juga harus dibekali, disadarkan, dan dilibatkan dalam proses ini,” imbuh Andi.

Kepala Sekolah SDN Semanan 14 Petang, Yoyon Pujo Utomo, menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada sekolahnya untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Ia menilai, program pendidikan antikorupsi yang dijalankan KPK memberikan manfaat besar bagi para siswa dalam memahami pentingnya nilai kejujuran dan integritas sejak dini.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif KPK dalam memberikan edukasi langsung kepada peserta didik kami. Ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka untuk belajar tentang pentingnya menjunjung tinggi integritas dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Yoyon.

Dengan terus memperkuat upaya edukasi seperti ini, KPK berharap nilai-nilai integritas dapat menjadi bagian dari karakter bangsa di masa depan.

Karena sejatinya, mencegah korupsi bukan hanya soal menindak pelaku, tetapi juga membangun generasi yang memiliki ketahanan moral sejak dini.
(Tatang Tarmedi / kpk.go.id) ***

Berita Terkait

Indonesia Terima 6 Jet Rafale, Prabowo Tekankan Pertahanan Kunci Stabilitas Nasional
Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
Reshuffle Kabinet Jilid 5 Resmi Diteken Prabowo, Mayoritas Orang Lama yang Ada di Kabinet Merah Putih
Pemerintah Percepat Pembangunan PLTS untuk Kurangi Ketergantungan Energi Fosil
AI Jembatan Sunyi Menuju Era Emas Industri Migas
Penumpang LRT Sumatera Selatan Mencapai 213 Ribu Orang saat Libur Lebaran
Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Dalam Kondisi Kuat Tembus 4 Juta Ton
Pria di Batam Bunuh Mantan Pasangan Sesama Jenis, Polisi Sebut Pelaku Sempat Buntuti Korban

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 18:12 WIB

Indonesia Terima 6 Jet Rafale, Prabowo Tekankan Pertahanan Kunci Stabilitas Nasional

Senin, 11 Mei 2026 - 13:43 WIB

Media “Homeless” vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital

Senin, 27 April 2026 - 17:54 WIB

Reshuffle Kabinet Jilid 5 Resmi Diteken Prabowo, Mayoritas Orang Lama yang Ada di Kabinet Merah Putih

Rabu, 22 April 2026 - 04:55 WIB

Pemerintah Percepat Pembangunan PLTS untuk Kurangi Ketergantungan Energi Fosil

Senin, 6 April 2026 - 15:53 WIB

AI Jembatan Sunyi Menuju Era Emas Industri Migas

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB