HARIANSUMEDANG.COM – Sekitar 120 siswa SD Negeri Semanan 14 Petang, Jakarta Barat, berkunjung ke Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis (6/3).
Dalam film pendek Subur Itu Jujur yang mereka tonton, Subur memilih untuk tetap jujur dalam ujian olahraga meskipun teman-temannya mengambil jalan pintas.
Kisah ini bukan sekadar tontonan, tetapi juga cerminan nilai-nilai integritas yang ingin ditanamkan KPK sejak dini melalui pendidikan antikorupsi.
Karya dari ajang Anti-Corruption Film Festival (ACFFEST) 2018 ini mendapat sambutan hangat dari para siswa. Mereka terlihat antusias dalam mendiskusikan nilai-nilai kejujuran dan kerja keras yang ditampilkan dalam film.
Film ini sekaligus menjadi bagian dari upaya KPK yang terus mengukuhkan komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai integritas di dunia pendidikan.
Melalui diskusi, tontonan inspiratif, dan penyampaian materi secara kreatif, KPK berharap generasi muda dapat tumbuh dengan kesadaran akan pentingnya menjunjung tinggi nilai-nilai antikorupsi.
Analis Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi pada Satuan Tugas (Satgas) 1 Pendidikan Dasar-Menengah, Direktorat Jejaring Pendidikan KPK, Andi Khairuzaman.
Seusai pemutaran film, beliau mengungkapkan bahwa pendidikan antikorupsi harus dimulai dari level paling dasar.
Sebab, perilaku korupsi tidak hanya merugikan negara secara finansial, tetapi juga merusak struktur moral dan sosial masyarakat secara luas.
Baca Juga:
Bupati Eman Pastikan Kesempatan Kerja Tanpa Diskriminasi di Jalan Santai May Day 2026
Pastikan Kualitas Program MBG, Bupati Majalengka Sidak ke SDN Cijurey
Gravity Game Unite (GGU) Tutup OBT MMORPG PC “Ragnarok Zero: Global” dengan Sukses Besar
“Kebiasaan kecil yang mengandung perilaku koruptif dapat berdampak besar di kemudian hari. Jika dibiarkan dan dinormalisasi, perilaku tersebut bisa membentuk karakter yang membahayakan, terutama bagi para terpelajar,” ujar Andi.
Menurutnya, salah satu faktor kunci dalam menanamkan karakter integritas adalah peran guru sebagai tenaga pendidik.
Guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga menjadi panutan dalam membangun ekosistem yang jujur dan bertanggung jawab di lingkungan sekolah.
“Tentunya semua itu akan berjalan dengan baik apabila didukung dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang mendorong terbentuknya sistem pendidikan yang kondusif.
Baca Juga:
Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok
Revitalisasi SLB Gria Warsani Sukasari Resmi Dimulai, Ditandai Peletakan Batu Pertama
Sedangkan masyarakat sebagai pemangku kepentingan juga harus dibekali, disadarkan, dan dilibatkan dalam proses ini,” imbuh Andi.
Kepala Sekolah SDN Semanan 14 Petang, Yoyon Pujo Utomo, menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada sekolahnya untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Ia menilai, program pendidikan antikorupsi yang dijalankan KPK memberikan manfaat besar bagi para siswa dalam memahami pentingnya nilai kejujuran dan integritas sejak dini.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif KPK dalam memberikan edukasi langsung kepada peserta didik kami. Ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka untuk belajar tentang pentingnya menjunjung tinggi integritas dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Yoyon.
Dengan terus memperkuat upaya edukasi seperti ini, KPK berharap nilai-nilai integritas dapat menjadi bagian dari karakter bangsa di masa depan.
Karena sejatinya, mencegah korupsi bukan hanya soal menindak pelaku, tetapi juga membangun generasi yang memiliki ketahanan moral sejak dini.
(Tatang Tarmedi / kpk.go.id) ***
Baca Juga:










