Komunitas Belajar dan Peningkatan Kualitas Pembelajaran di SMA Negeri 2 Cimalaka

- Pewarta

Minggu, 23 Juni 2024 - 15:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komuniras Belajar SMA Negeri 2 Cimalaka Sumedang. Insert : Titin SuryatiSukmadewi/ Ist )

Komuniras Belajar SMA Negeri 2 Cimalaka Sumedang. Insert : Titin SuryatiSukmadewi/ Ist )

Oleh: Titin Suryati Sukmadewi, S.Si, M.Pd, Kepala SMA Negeri 2 Cimalaka Sumedang.

HARIANSUMEDANG.COM — SMA Negeri 2 Cimalaka di Kabupaten Sumedang ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak, terus berupaya melakukan tranformasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Salah satu fokus perhatian SMA Negeri 2 Cimalaka yang merupakan bagian dari indikator pada Rapor Pendidikan adalah Kualitas Pembelajaran. Salah satunya, meningkatkan kompetensi guru.

Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan kompetensi guru, diantaranya pelatihan/Workshop/In House Training, mentoring, coaching, dan melalui Komunitas Belajar.

Namun upaya dengan pelatihan, bila tidak diikuti pendampingan lanjutan, tidak sedikit guru kembali ke gaya lamanya mengajar sehingga transformasi pembelajaran tidak tercapai dengan optimal.

Upaya lainnya, berupa supervisi kelas, mentoring maupun coaching serta optimalisasi Komunitas Belajar.

Komunitas Belajar adalah sekelompok pendidik dan tenaga kependidikan dalam satu sekolah maupun antar sekolah yang belajar bersama-sama dan berkolaborasi secara rutin.

Tujuannya jelas dan terukur untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar peserta didik.

Selain untuk meningkatkan kompetensi pendidik, diharapkan komunitas belajar pun dapat membangun semangat kolaborasi, budaya belajar bersama dan berkelanjutan.

Seperti dikatakan oleh Fullan (1993), ”You cannot have students as continues learners and effective collaborators, without educators having the same characteristics”.

Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa mustahil untuk membentuk siswa yang memiliki budaya belajar sepanjang hayat dan kolaborasi, jika selaku pendidik tidak memiliki budaya tersebut.

Nyata, begitu penting kegiatan dalam Komunitas Belajar dari aspek tujuan yaitu peningkatan kualitas pembelajaran yang bermuara pada akselerasi hasil belajar peserta didik maupun aspek budayanya.

Kegiatan Kombel di SMA Negeri 2 Cimalaka dilakukan sebagai berikut.

Pertama, dimulai dari membentuk tim kecil untuk membuat jadwal dan pembahasan konten. Konten prioritas memperhatikan hasil refleksi supervisi akademik, akar masalah dari rapor pendidikan.

Kedua, hal positif yang ditemukan saat supervisi akademik, baik perencanaan, proses maupun evaluasi pembelajaran, menjadi catatan untuk kegiatan sharing praktik baik.

Hal ini penting untuk meminimalisir ketimpangan kompetensi antar pendidik sehingga peserta didik memperoleh kualitas pengalaman belajar yang sama.

Sharing praktik baik ini pun merupakan salah satu wujud apresiasi terhadap pendidik yang menerapkan berbagai inovasi dalam pembelajaran.

Ketiga, pembahasan materi ada yang berbasis rumpun mata pelajaran, ada pula yang sama untuk semua mata pelajaran. Hal ini harus terjadwal dengan baik oleh tim Kombel.

Keempat, sediakan sarana untuk kegiatan Kombel yaitu ruangan, ATK, atau media pembelajaran sesuai dengan jenis kegiatan yang dilakukan.

Kelima, mendokumentasikan dan membuat catatan refleksi dari peserta Kombel untuk perbaikan kegiatan Kombel berikutnya maupun kegiatan lainnya berupa Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Walaupun pada awalnya kegiatan ini menghadapi kendala dan tantangan, namun akhirnya tumbuh semangat dan budaya positif para pendidik yaitu budaya belajar, budaya kolaborasi dan budaya refleksi.

Peran Pengawas Pembina pun sangat penting dalam melaksanakan pendampingan kegiatan Kombel di SMAN 2 Cimalaka. Semoga melalui kegiatan Kombel dapat berdampak pada hasil belajar.***

Berita Terkait

Inisiatif Siswa, Acara Pelepasan SMPN 1 Jatinangor Berlangsung Khidmat Tanpa Pungutan Biaya
Optimalkan Potensi Agraris, UPTD Pertanian Wilayah Tomo Terus Kawal Ketahanan Pangan Sumedang
Menepis Penat di Curug Kacapi: Permata Tersembunyi di Jalur Sumedang-Subang yang Memeluk Kedamaian
Purnatugas dengan Manis: Kades Margajaya Rampungkan Pengaspalan Jalan, Siap Lanjutkan Penguatan Ekonomi Warga
Sinergi Pemerintahan Digital, Estonia Puji Efektivitas Inovasi Publik Kabupaten Sumedang
Proyek Hotmik Jalan Blok Gadog Karanglayung Mangkrak, Warga Pertanyakan Kinerja Kontraktor
Menyingkap Misteri Cadas Pangeran: Jalan ‘Datar’ yang Ternyata Mendaki Tajam
Setelah Tahun Lalu Sekolah-sekolah di Jabar “Sepi” Pungutan, Akhir Tahun Ajaran Ini Kembali Marak

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:04 WIB

Inisiatif Siswa, Acara Pelepasan SMPN 1 Jatinangor Berlangsung Khidmat Tanpa Pungutan Biaya

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:18 WIB

Optimalkan Potensi Agraris, UPTD Pertanian Wilayah Tomo Terus Kawal Ketahanan Pangan Sumedang

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:30 WIB

Menepis Penat di Curug Kacapi: Permata Tersembunyi di Jalur Sumedang-Subang yang Memeluk Kedamaian

Senin, 8 Juni 2026 - 10:19 WIB

Purnatugas dengan Manis: Kades Margajaya Rampungkan Pengaspalan Jalan, Siap Lanjutkan Penguatan Ekonomi Warga

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:41 WIB

Sinergi Pemerintahan Digital, Estonia Puji Efektivitas Inovasi Publik Kabupaten Sumedang

Berita Terbaru