Penduduk Asli Jatinangor Terselip Diantara Rumah-Rumah Kontrakan, Warga Tak Tahu Rumah Siapa di Pinggirnya

- Pewarta

Jumat, 14 Juni 2024 - 01:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah bangunan asrama yang dibangun Pemkab Bandung kerjasama Unpad ( ft. seputarbandungraya.com )

Sebuah bangunan asrama yang dibangun Pemkab Bandung kerjasama Unpad ( ft. seputarbandungraya.com )

HARIANSUMEDANG.COM — Fenomena Jatinangor kini ibarat menuju proses pemarjinalan warga aslinya. Mereka seperti dilahap secara perlahan oleh dinamika perkembangan wilayahnya sendiri.

Prosesnya dimulai dari  titik awal pusat pertumbuhan terjadi,  wilayah sekitar kampus perguruan tinggi berdiri. Di titik ini, keberadaan warga asli Jatinangor sulit diraba keberadaannya.

Meskipun satu dua KK masih bisa dikenali, namun keberadaan mereka seolah terhimpit beton-beton rumah kontrakan yang berdiri seolah tidak bertuan, siapa dan darimana asalnya.

Hal tadi seringkali terjadi secara tiba-tiba, lahan kosong di seputar mereka dalam hitungan minggu telah terbangun menjadi komplek rumah kontrakan.

Rumah baru dibangun  itu  akhirnya dipenuhi para pengontrak kebanyakan mahasiswa-mahasiswi dari perguruan tinggi yang ada di Jatinangor.

Komonitas para pengontrak dan warga asli rata-rata ibarat air dan minyak, masing-masing tidak mampu  utuh bercampur dan  berinteraksi.

Hiruk-pikuk Jatinangor kebanyakan diperankan oleh para pendatang, baik penuntut ilmu maupun pebisnis yang bertaruh hidup di kawasan pendidikan.

Disinyalir, jumlah rumah kontrakan di Desa Hegarmanah dan Cibeusi saja, mencapai 5.000 unit , pebisnis ini rata-rata dijalankan warga dari luar wilayah Jatonangor.

Pembangunan rumah kontrakan di Jatinangor masih terus berlanjut, hamparan pesawahan  perlahan  menyempit, tersulap jadi rumah kontrakan.

Warga asli Jatinangor terus mundur ke wilayah-wilayah yang dinamika pembangunan rumah kontrakannya tidak terlalu dasyat.

Hanya disebagian wilayah  tadi sedang terjadi pembangunan perumahan oleh beberapa pengembang dengan menerobos ke wilayah  lahan konservasi.

Jatinangor masuk pada situasi dilema kewilayahan, antara pesatnya pembangunan dan mulai terrmarginalkan warga aslinya, terutama di awal-awal terbentuknya pusat pertumbuhan.

(Tatang Tarmedi) ***

 

Berita Terkait

Sumedang Masuk 4 Besar Kabupaten Terbaik Nasional di GM-DTGI Award 2026
Komitmen Pembangunan Kependudukan Berbuah Pengakuan Nasional, Sumedang Sabet Janahita Award 2026
DPRD Gelar RDPU, Tanah Timbul Tenggelam Jatigede Diselesaikan Lewat Pengadilan
SDN Lebakgede Desa Gudang Terima Kucuran Bantuan Revitalisasi Rp1,3 Miliar
Sinergi Babinsa dan Warga Tanjungsari Gagalkan Pencurian Yamaha RX King
Sidik Ja’far Hadiri Sertijab Danyonif 301/Prabu Kiansantang
Ikhtiar Kesembuhan di Klinik Barokah Bhakti Rancakalong, Pendekatan Klinis Terukur dalam Penatalaksanaan Gout Artritis
Gerakan Sabilulungan Jatinangor, 700 Personel Brimob dan Warga Keroyokan Sukat Sungai

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 21:52 WIB

Sumedang Masuk 4 Besar Kabupaten Terbaik Nasional di GM-DTGI Award 2026

Kamis, 5 November 2026 - 21:36 WIB

Komitmen Pembangunan Kependudukan Berbuah Pengakuan Nasional, Sumedang Sabet Janahita Award 2026

Kamis, 5 November 2026 - 18:57 WIB

DPRD Gelar RDPU, Tanah Timbul Tenggelam Jatigede Diselesaikan Lewat Pengadilan

Kamis, 5 November 2026 - 15:51 WIB

SDN Lebakgede Desa Gudang Terima Kucuran Bantuan Revitalisasi Rp1,3 Miliar

Rabu, 4 November 2026 - 14:29 WIB

Sinergi Babinsa dan Warga Tanjungsari Gagalkan Pencurian Yamaha RX King

Berita Terbaru