HARIANSUMEDANG.COM – Ketika Sumedang dinakhodai Bupati / Wakil Bupati Don Murdono dan H. Osin Herlianto, banyak pembangunan fisik yang sekarang sangat dlirasakan manfaatnya bagi masyarakat Sumedang
Diantaranya, maha karya pemindahan Pemerintahan Kabupaten dari Gedung Negara (GN) ke lokasi sekarang menjadi Induk Pusat Pemerintahan (IPP) Kabupaten Sumedang.
Meskipun demikian, banyak rencana dari keduanya yang hingga akhir jabatannya masih belum terealisasikan, diantaranya konsep tentang Cadas Pangeran dan Bendungan Jatigede.
Dari sejumlah pertemuannya dengan penulis warkat ini di ruang kerjanya GN, Bupati Don Murdono kala itu pernah bercerita tentang penataan kawasan Cadas Pangeran.
Menurutnya, ia ingin membangun diorama di Cadas Pangeran secara lengkap dari sejarah Cadas Pangeran hingga moment bertemunya Pangeran Kusumahdinata IX dengan Gubernur Jenderal Daenles.
Sementara itu, Wakil Bupati H. Osin Herlianto, ia kurang setuju dengan nama Bendungan Jatigede, ia malah menginginkan dam terbesar itu bernama Bendungan Prabu Gajah Agung.
” Terus terang, nama Bendungan Prabu Gajah Agung lebih saya inginkan karena sesuai dengan sejarah Sumedang, ” kata wabup yang berangkat dari Dandim 0610/Sumedang itu.
Namun, seiring dengan berjalannya waktu, penulis warkat ini pun belum tahu alasannya kenapa cita-cita Bupati Don Murdono tentang Diorama di Cadas Pangeran tidak terwujud.
Begitupun keinginan Wakil Bupati H. Osin Herlianto tentang nama Bendungan Prabu Gajah Agung tidak dipakai.
Baca Juga:
Sertijab Kepala Desa Cipelang Kecamatan Ujungjaya Harapan Baru untuk Desa yang Lebih Maju
Kementerian Luar Negeri: 32 WNI Berhasil Dievakuasi dari Iran, Sebagian Kini Sudah Tiba di Indonesia
Padahal, Prabu Gajah Agung itu salah satu anak dari Raja Tembong Agung Prabu Guru Aji Putih pendiri Sumedang yang makamnya tenggelam di dasar bendungan..(Tatang Tarmedi) ***







