Siswa-Siswi di Lembaga Pendidikan Al – Aqsa Jatinangor Diwajibkan Tinggal (Mukim) di Asrama

- Pewarta

Jumat, 7 November 2025 - 11:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Lembaga Pendidikan Al-Aqsha Jatinangor santri malamnya digembleng ilmu keagamaan, pengajian dan niai-nilai pesantren agar santri memiliki kedalaman spiritual. ( Dok.Hariansumedang.com / Tatang Tarmedi )

Di Lembaga Pendidikan Al-Aqsha Jatinangor santri malamnya digembleng ilmu keagamaan, pengajian dan niai-nilai pesantren agar santri memiliki kedalaman spiritual. ( Dok.Hariansumedang.com / Tatang Tarmedi )

JATINANGOR – SMA Plus Al-Aqsha Jatinangor, sekolah  swasta yang menerapkan kurikulum campuran, memadukan kurikulum umum dan kurikulum khas pondok pesantren.

” Bahkan, prosentase kurikulum pesantren lebih banyak daripada kurikulum nasionalnya, ” timpal Apip Hadi Susanto, Kepala SMA Plus Al-Aqsha, Kamis (6/11/2025).

Apip bisa memastikan kurikulum pesantren lebih banyak, karena para santri malamnya digembleng ilmu keagamaan, pengajian dan niai-nilai pesantren agar santri memiliki kedalaman spiritual.

Menurut Apip, di luar sana prilaku dan tingkah laku anak menjadi riskan, apalagi di tengah kemajuan teknologi dan budaya barat yang telah masuk ke ranah kehidupan.

Dalam situasi begitu, sambung Apip, orang tua berpikir bagaimana bisa aman dari gangguan-gangguan negatif yang berdampak pada resistensi moral anak.

“Nah, di SMA Plus Al-Aqsha, siswa tidak ada yang diluar, meskipun rumahnya dekat, tetap nginap di sini. Maksudnya, kalau di dalam itu relatif aman, tidak akan terkontaminasi, ” terang Apip.

Apip bersyukur lembaga pendidikan Plus Al-Aqsha telah dipercaya oleh masyarakat, tidak saja dari Sumedang, dari luar daerah pun ada, bahkan Apip menyebut santri Al -Aqsha berasal dari 27 kabupaten / kota di Jawa Barat. *** Tatang Tarmedi

Berita Terkait

Pulang Kampung Usai Pensiun, Emod S.Pd. Siap Bawa Desa Mekarmukti Jadi “MANJUR”
37 ASN Sumedang Resmi Diangkat Jadi Pejabat Fungsional, Wabup Tekankan Pelayanan Publik Berbasis Data
Pemdes Padaasih Tuntaskan Rehab 3 Rumah Rutilahu dari Dana Desa 2026
Desa Cipacing Diprioritaskan Jadi Percontohan Desa Siaga Tuberkulosis di Jatinangor
Tiga Desa di Kecamatan Ujungjaya Akan Gelar Pilkades Serentak
H. Ecek Karyana, “Si Pisau Lipat Serbaguna” dari Sumedang
Pemerintah Desa Raharja Bantah Isu Penyelewengan Dana BUMDes Sektor Peternakan
Sumedang Akselerasi Digitalisasi Transaksi hingga Tingkat Desa Melalui HLM TP2DD 2026

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 21:44 WIB

Pulang Kampung Usai Pensiun, Emod S.Pd. Siap Bawa Desa Mekarmukti Jadi “MANJUR”

Kamis, 23 Juli 2026 - 19:15 WIB

37 ASN Sumedang Resmi Diangkat Jadi Pejabat Fungsional, Wabup Tekankan Pelayanan Publik Berbasis Data

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:26 WIB

Pemdes Padaasih Tuntaskan Rehab 3 Rumah Rutilahu dari Dana Desa 2026

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:21 WIB

Desa Cipacing Diprioritaskan Jadi Percontohan Desa Siaga Tuberkulosis di Jatinangor

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:48 WIB

Tiga Desa di Kecamatan Ujungjaya Akan Gelar Pilkades Serentak

Berita Terbaru